Kategori: Akhlaq


Sudah diketahui bersama bahwa menuntut ilmu dan berusaha dalam mendapatkannya adalah diantara bentuk taqarrub (pendekatan diri kepada Allah) yang paling mulia. Lalu apakah buah yang akan didapatkan seseorang dari perjalannnya menuntut ilmu??? Seseorang penuntut ilmu akan mendapatkan hal-hal berikut, ketika mereka menempuh jalan ilmu: [...]  [ baca selengkapnya ]


Ketika seseorang dihinggapi ujub, maka hendaknya ia melihat tiga hal:

  1. Dosa-dosa yang ia lakukan, dan ini sangatlah banyak
  2. Kekurangan dan ketidak sempurnaannya dalam beramal
  3. Nikmat-nikmat Allah yang sangat banyak atas dirinya

Dengan ketiga hal diatas, maka niscaya seseorang tidak akan kagum dengan dirinya, karena ia merasa bahwa semuanya adalah karunia Allah Subhanahu Wata’ala.

*Faedah Daurah bersama Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr [...]  [ baca selengkapnya ]


Di dalam liqo’ maftuh dan penutupan daurah pagi ini, datang pertanyaan kepada Syaikh Abdurrazzaq hafidzahullah: “Di antara hal yang merusak hubungan para du’at adalah munculnya hasad antara mereka, apa yang anda nasihatkan bagi kami? “

Maka Syaikh hafidzahullah menjawab: ” Hasad (dengki)  merupakan musibah, dan imam (pemimpin) orang-orang hasad adalah Iblis.  Setiap pendengki, maka contoh mereka adalah Iblis. Allah telah menyebutkan di dalam Al-Qur’an tentang hasadnya Iblis kepada Adam ‘alaihissalam dan hasadnya Yahudi kepada orang-orang beriman. [...]  [ baca selengkapnya ]


Pertanyaan di atas mungkin banyak menghampiri benak seorang muslim, ada di antara mereka yang memilih untuk menyibukkan diri dengan urusan dunianya tanpa memikirkan apa yang akan menjadi bekalnya di akhirat. Ada pula yang beribadah sebagaimana apa yang Allah perintahkan, namun ibadahnya hanyalah sebagai rutinitas. Mereka shalat lima waktu setiap harinya, berpuasa dan mengeluarkan zakat setiap tahunnya akan tetapi semua itu tidak berdampak pada akhlak dan pribadinya, maksiat pun terkadang masih dilakukan. Motivasi untuk memperbaiki amalan-amalan yang ada tak kunjung hadir, penyebabnya satu karena melupakan muhasabah diri sehingga orang-orang seperti ini sudah merasa cukup dengan amalan yang telah dilakukan. Di sinilah pentingya muhasabah, ada beberapa hal lainnya yang menjadi alasan kenapa muhasabah perlu dilakukan, diantaranya: [...]  [ baca selengkapnya ]


Bisakah seorang mahasiswa yang super sibuk nyambi belajar dan mendalami ilmu agama? Jawabannya, bisa saja. Ia bisa menjadi mahasantri, yaitu “Mahasiswa Plus Santri”. Ikuti ulasan berikut.

Mengapa harus belajar agama?

  1. Karena orang yang mempelajari ilmu agama itu yang paling takut kepada Allah Ta’ala.

Kalau dia takut kepada Allah, tentu ia tidak akan menjadi koruptor dan melakukan kejahatan yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman, [...]  [ baca selengkapnya ]

Arsip Tulisan

Ikuti di Channel Telegram: Darul ‘Ilmi

@darulilminoviyardi